Praktikum Desain Basis Data – BAB X (Pembuatan Laporan dengan iReport)

1. Landasan Teori

Membuat Report di Java-Netbeans Menggunakan JasperReport dan Ireport. Sebelum kita mengetahui cara membuatnya, sebaiknya kita mengetahui pengertian dari JasperReport dan iReport. Berikut pengertiannya :

  • JasperReport  : adalah software(library) open source untuk reporting.
  •  iReport     : adalah Visual Designer untuk membuat laporan yang komplek, menggunakan jasperReport Libarary.

jasperReport dapat anda download di alamat : http://sourceforge.net/projects/jasperreports/files/jasperreports/

Setelah kita mengetahui pengertian dari JasperReport dan iReport, selanjutnya kita akan melakukan Installasi iReport dan jasperReport ke dalam Netbeans.
Dalam praktikum ini kita akan menggunakan :

  •   iReport versi  5.6.0 dapat anda download di plugin.netbeans.org
  •   jasperReport  versi 5.6.0

disamping library jasperReport kita juga membutuhkan libarary pendukung dari jasperReport a.l :

  • commons-beanutils-1.7
  • commons-collections-2.1.1
  • commons-digester-1.7
  • commons-logging-1.1
  • jasper-compiler-jdt
  • mysql-connector-java-5.1.5-bin

Setelah semua library sudah kita dapatkan maka proses installasinya adalah sebagai berikut :
Buka editor netbeans -> tools -> Plugins -> Downloaded -> Add Plugin

in1

Pilih Install

in2

Lalu klik Next

in3

Selanjutnya centang pada “I Accept terms …. “

in4

Jika muncul peringatan berikut, Pilih saja Continue

in5

Tunggu sampai proses selesai

in6

Dan Finish

in7

2. Hasil Praktikum

1.  Buatlah  file  jrxml  seperti  tutorial  diatas  namun  menggunakan  database  akademik. Laporan berupa NIM,nama mahasiswa, nama Fakultas dan Jurusan.

Pertama, buat file iReport dengan cara New -> Other

1

Lalu pilih Report Wizard

2

Kemudian beri nama file report yang kita buat

3

Kemudian Pilih New

4

Pilih Database JDBC Connection

5

Lalu isikan seperti berikut:

7

Lalu pilih Test untuk mengecek apakah koneksi ke database sudah berhasil

6

Kemudian masukkan query

8

Pilih field yang akan dimasukkan.

10

Untuk pemilihan group, biarkan kosong

11

Pilih Tabular Layout

12

Berhasil membuat file iReport

13

Kemudian akan tampil berikut ini, dan kita ganti tittle nya menjadi Data Mahasiswa

14

Saat di preview, maka data semua mahasiswa akan ditampilkan.

2.  Buatlah form pada netbeans dan buatlah tombol untuk pemanggilan file ireport yang telah dibuat!

Sebelumnya, tambahkan dulu library untuk jesperreport.

lib

Disini saya menggunakan form yang telah dibuat pada praktikum sebelumnya, dan tinggal kita tambahkan tombol “Print” dengan listing seperti berikut :

c b a

3.  Buat  modifikasi  laporan  diatas  sehingga  laporan  yang  akan  di  print  berdasarkan  NIM mahasiswa yang berasal dari textfield!

Tambahkan parameter nim

19

3 parameter

Ubah parameter class menjadi Integer

20

Lalu di preview maka akan tampil seperti berikut.

3. masukkan nim

Coba isikan salah satu angka NIM mahasiswa

5. hasil masukkan nim jrxml

Untuk dalam form, masukkan listing kode berikut :

3akhir

Lalu jalankan, coba masukkan angka NIM mahasiswa pada textfield

2 dari akhir

Maka akan muncul laporan seperti berikut ini

terakhir dewe

3. Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa iReport merupakan salah satu plugin yang digunakan untuk laporan pada Netbeans dan database.

Kritik dan Saran

Dalam praktikum kali ini, banyak kendala karena netbeans di laptop tidak bisa dibuka setelah di install iReport. Tolong diberikan solusinya.

Manfaat

Dengan adanya postingan ini, diharapkan pembaca mengerti bagaimana cara membuat laporan menggunakan iReport dengan Netbeans dan PostgreSQL.

DAFTAR PUSTAKA

Membuat Report di Java-Netbeans Menggunakan JasperReport dan Ireport

http://www.priawadi.com/2012/01/membuat-laporan-dengan-ireport-java.html

http://sourceforge.net/projects/jasperreports/postdownload?source=dlp

http://sourceforge.net/projects/ireport/files/iReport%20Plugin%20for%20NetBeans/iReport-5.6.0/

Praktikum Desain Basis Data – BAB IX (Koneksi PostgreSQL dengan Java)

1. Dasar Teori

Sebelum mengakses database via Java, perlu diketahui beberapa interface yang tersedia pada paket java.sql. Beberapa interface tersebut bisa dilihat pada tabel berikut :

Langkah-langkah Koneksi database

Terdapat beberapa langkah yang secara umum harus dilakukan sehingga aplikasi yang berbasis Java dapat berinteraksi dengan database server. Langkah -langkah tersebut sebagai berikut :

1.  Impor package java.sql
2.  Memanggil Driver JDBC
3.  Membangun Koneksi
4.  Membuat Statement
5.  Melakukan Query
6.  Menutup Koneksi

1.  Impor package java.sql

Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum Anda membuat program JDBC adalah mengimpor package java.sql terbih dahulu, karena di dalam package java.sql tersebut  terdapat  kelas-kelas  yang  akan  digunakan  dalam  proses-proses  berintekasi dengan database server misalnya kelas DriverMaganer, Connection, dan ResultSet. Hal  ini  sangat  penting  dilakukan  karena  bagi  pemula  seringkali  lupa  untuk mengimpor  package  yang  kelas-kelas  yang  akan  digunakan  terdapat  di  dalamnya, sehingga mengakibatkan kegagalan dalam mengkompile program Java.

Adapun listing untuk mengimpor package java.sql adalah sebagai berikut :

Import java.sql.*;

Listing ini dituliskan sebelum Anda menulis kelas.

2.  Memanggil Driver JDBC

Langkah  pertama  untuk  melakukan  koneksi  dengan  database  server  adalah dengan  memanggil  JDBC  Driver  dari  database  server  yang  kita  gunakan.  Continue reading

Praktikum Desain Basis Data – BAB VIII (Fungsi, PL/SQL dan Trigger)

1. Dasar Teori

Structured  query  language  (SQL)  merupakan  bahasa  untuk  berkomunikasi  dengan  database  relasional yang  bersifat  deklaratif  (bukan  prosedural)  dengan  menyatakn  hasil  (bukan  cara  memperoleh  hasil).

PL/SQL mengombinasikan  kemampuan  manipulasi  data  sql  dengan  kemampuan  bahasa procedural,  dengan  kata  lain  PL/SQL  adalah  sql  ditambah  procedural  language.  PL/SQL  merupakan bahasa berstruktur blog yang berupa fungsi, prosedur, dan blok anonym. Suatublok biasanya ditujukan untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu dan suatu blok boleh memliki sub-blok (nested). Struktur blok PL/SQL  itu  terdiri  dari  bagian  deklarasi,  bagian  kode  program,  dan  bagian  eksepsi  untuk  penanganan eror seperti Nampak di bawah ini:

[DECLARE
Declarasi variable]
BEGIN
Kode program
[EXCEPTION
Penanganan error]
END;

Selain  membuat  fungsi  dan  prosedur,  PL/SQL  juga  digunakan  untuk  Continue reading

Praktikum Desain Basis Data – BAB VII (Sub Query dan Indeks)

1. Dasar Teori

A. SUBQUERY

Subquery adalah statement SELECT yang dilampirkan sebagai klausa dalam SQL Statement yang lain. Untuk penulisan subquery pada SQLPada gambar diatas, subquery (inner query) dijalankan sekali sebelum main query. Kemudian hasil dari subquery digunakan oleh main query (outer query).PENGGUNAAN SUBQUERYSubquery mengembalikan nilai ke main query. Subquery digunakan untuk menyelesaikan persoalan dimana terdapat suatu nilai yang tidak diketahui (unknown values). Berikut ini diberikan contoh penggunaan subquery.
SELECT last_name

FROM mahasiswa

WHERE salary >

(SELECT salary

FROM mahasiswa

WHERE mahasiswa_id = 149);

Query diatas akan menampilkan nama pegawai yang gajinya lebih dari pegawai dengan nomer pegawai 149. Sebelumnya, gaji dari pegawai dengan nomer pegawai 149 tidak diketahui, untuk itu kita tempatkan sebagai subquery agar nilai yang tidak diketahui tersebut dapat diketahui dan pada ilustrasi gambar diatas nilai gaji dari pegawai 149 adalah 10500.

B. INDEX

Index pada database digunakan untuk meningkatkan kecepatan akses data. Pada saat query dijalankan, index mencari data dan menentukan nilai ROWID yang membantu menemukan lokasi data secara fisik di disk. Akan tetapi penggunaan index yang tidak tepat, tidak akan meningkatkan unjuk kerja dalam hal ini kecepatan akses data.

Misal digunakan index yang melibatkan tiga buah kolom Continue reading

Praktikum Desain Basis Data – BAB VI (Normalisasi)

A. Dasar Teori

Proses Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel – tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Proses Normalisasi juga bisa diartikan sebagai proses  untuk  menciptakan  suatu  tabel  (relasi)  dalam  basis  data  dengan tujuan untuk mengurangi kemubaziran.

Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat menambah/insert, menghapus/delete, mengubah/update, membaca/retrieve pada suatu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa table lagi atau dengan kata lain perancangan berjumlah mendapat database yang optimal.

Pada normalisasi dikenal istilah anomali yang berarti masalah-masalah yang timbul dalam pembuatan tabel. Anomali adalah proses pada basis data  yang mempunyai efek samping yang tidak diharapkan. Misal : ketidak konsistenan data, suatu data hilang pada saat dihapus, dll.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai normalisasi, ada beberapa konsep yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu :

a. Atribut Tabel (Table Attribute)

Atribut yang sebenarnya identik dengan pemakaian istilah kolom data. Istilah atribut ini lebih umum digunakan dalam perancangan basis data, karena kata itu lebih impresif menunjukkan fungsinya sebagai pembentuk karakteristik yang melekat pada sebuah tabel.

Disamping penamaan yang unik berdasarkan fungsinya disetiap tabel, atribut – atribut itu dapat dibedakan berdasarkan sejumlah pengelompokan. Ada atribut yang dijadikan sebagai key dan yang lainnya disebut atribut deskriptif. Ada pula atribut yang tergolong atribut sederhana ataupun atribut komposit, dan sebagainya.

Key dan Atribut Deskriptif

Setiap file selalu terdapat kunci dari dari file berupa satu field atau satu set field yang dapat mewakili record. Misalnya nomor pegawai merupakan kunci dari tabel pegawai suatu perusahaan, setiap pencarian cukup dengan menyebut nomor pegawai tersebut maka dapat diketahui nama, alamat, dan antribut lainnya mengenai seorang pegawai tersebut.

Ada tiga macam key yang dapat diterapkan pada suatu tabel, yaitu :

1. Superkey : merupakan satu atau lebih atribut yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik.

2. Candidate Key : merupakan sekumpulan atribut minimal yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. Sebuah candidate-key tidak boleh berisi atribut atau kumpulan atribut yang telah menjadi superkey yang lain.

3. Primary Key : merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.

Atribut Deskriptif adalah atribut – atribut yang tidak menjadi key atau merupakan atribut yang merupakan anggota dari primary key.

b. Ketergantungan Fungsional (Functional Dependency)

Definisi dari functional dependency adalah :

Diberikan sebuah relasi R, atribut Y dari R adalah bergantung fungsi pada atribut X dari R jika dan hanya jika setiap nilai X dalam R punya hubungan dengan tepat Continue reading

Praktikum Desain Basis Data – BAB V (Agregasi SQL dan View)

1. Dasar Teori

Dalam realitas dapat pula kita jumpai adanya relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain. Dengan kata lain, sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur dari relasi lain. Fenomena demikian dapat diakomodasi dengan Agregasi. Menggambarkan sebuah himpunan relasi yang secara langsung menghubungkan sebuah himpunan entitas dengan sebuah himpunan relasi dalam diagram ER. sebenarnya tidak tepat atau bahkan ada yang dengan tegas tidak memperbolehkannya. Karena itu, sebagai jalan tengah, kita menggunakan notasi khusus untuk menunjukkan adanya agregasi semacam itu. Kita ambil contoh berikut untuk menunjukkan adanya agregasi. KIta telah mengetahui adanya relasi antara himpunan entitas mahasiswa dan himpunan entitas kuliah. Ada sejumlah mata kuliah yang membutuhkan kegiatan praktikum (tapi tidak semua mata kuliah). Kegiatan praktikum ini tidak wajib diikuti oleh mahasiswa yang mengulang (karena disemester sebelumnya tidak lulus). Himpunan relasi ‘mengikuti’ dalam diagram E-R berikut ini menunjukkan entitas mahasiswa yang mengikuti kegiatan praktikum tertentu karena telah mempelajari suatu mata kuliah (yang memang membutuhkan kegiatan praktikum).

preview_html_70c676b4

Atribut – atribut untuk himpunan entitas Mahasiswa dan Kuliah sengaja tidak digambarkan, karena telah diketahui. Sementara himpunan entitas Praktikum memiliki atribut – atribut dengan kode_pra sebagai key. Atribut key pada himpunan entitas Praktikum foreign-key dimana kode_pra berasal dari himpunan entitas Praktikum dan nim + kode_kul diambil dari himpunan relasi mempelajari. Perlu ditegaskan sekali lagi, nim dan kode_kul ini tidak berasal (secara langsung) dari himpunan entitas Mahasiswa dan Kuliah, karena yang ada di himpunan relasi Mengikuti hanyalah pasangan nim +  kode_kul yang sudah ada di himpunan relasi Mempelajari. Karena itulah, ada faktor kronologis yang ingin ditunjukkan dengan adanya agregasi seperti diatas, dimana sebuah relasi (Mengikuti Praktikum) hanya akan ada jika telah ada relasi lainnya (Mempelajari Kuliah). Continue reading

Praktikum Desain Basis Data – BAB IV (Pengenalan Operasi Dasar)

1. Dasar Teori

Untuk praktikum kali ini adalah membahas tentang pengenalan operasi dasar SQL. Berikut adalah dasar materinya :

AS
AS  biasa  digunakan  untuk  menampilkan  label  kolom  dengan  nama  lain sehingga  yang akan muncul dalam hasil query bukan nama asli kolom, tetapi   nama yang mungkin lebih sesuai dan mudah dimengerti. AS digunakan setelah nama kolomyang akan diganti yang kemudian diikuti dengan nama penggantinya. Berikut struktur querynya :

select namakolom as namakolompengganti from namatabel;

Contoh :

m1

AND dan OR
Pada  bagian  sebelumnya  kita  menggunakan  anak  kalimat  atau  sintaks WHERE  hanya  pada  konteks  yang  sederhana.  Berikut  ini  kita  akan  mencoba menggunakan  WHERE  untuk  konteks yang lebih kompleks lagi, anak kalimat  where yang  kompleks  akan  bekerja  dengan  baik  dengan  menggunakan  kata  AND  dan  OR. SQL menggunakan standar logika boolean three-valued seperti pada tabel berikut ;

m2

Berikut struktur SQL untuk penampilan data :

select  *  from  namatabel  where  namakolom  =  ‘pencarian  1’  and namakolom = ‘pencarian 2’;

Atau

select * from namatabel where namakolom = ‘pencarian 1’ or namakolom = ‘pencarian 2’;

Contoh :

m3

BETWEEN
BETWEEN  digunakan  untuk  menentukan  lebar  nilai  dari  nilai  terendah  dan nilai  tertinggi.  Pada  BETWEEN  menggunakan  operator  pembanding  seperti  pada  tabel berikut;

m4

Logika operator BETWEEN sebagai berikut :

Nilai a dalam formula “a BETWEEN x AND y” indentik dengan “a >= x AND a <= y“

“a NOT BETWEEN x AND y “ identik dengan “a < x OR a > y”

Berikut Struktur yang digunakan :

select  *  from  nama_tabel  where  nama_kolom  between  ‘nilai_awal’  and ‘nilai_akhir’;

Contoh  :   Memunculkan  data  pegawai  dimana  tanggal  lahirnya  antara  tanggal  9-9-1999 sampai 1-1-2001.

m5

IN dan NOT IN
Operator IN berguna melakukan pencocokan dengan salah satu yang ada pada suatu daftar nilai. Berikut Struktur yang digunakan

Select  *  from  nama_tabel  where  nama_kolom  in  (kata_kunci1, kata_kunci2, kata_kunci13, kata_kunci14);

Contoh : menampilkan data pegawai yang memiliki ip 1,2, dan 3

m6

LIKE
LIKE  digunakan  ketika  kita  ingin  mencari  sebuah  data  yang  hanya  diwakili oleh salah satu atau lebih hurufnya saja. Misalkan kita ingin mencari nama yang huruf awalnya  R, maka kita harus menggunakan  LIKE.  Berikut Continue reading

Laporan Praktikum Desain Basis Data – BAB III (Perintah Dasar SQL)

1. Dasar Teori

DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk. Cara berinteraksi pemakai degan basis data tersebut diatur dalam suatu bahasa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Bahasa itu dapat kita sebut sebagai bahasa basis data yang terdiri dari sejumlah perintah (statement) yang diformulasikan dan dapat dikenali/diproses oleh DBMS untuk melakukan suatu aksi tertentu. Contoh – contoh bahasa basis data adalah SQL, dBase, QUEL, dan sebagainya. SQL merupakan bahasa basis data yang paling populer saat ini.

Sebuah bahasa basis data biasanya dapat dipilah ke dalam 3 jenis, yaitu :

a. DDL (Data Definition Language)

b. DML (Data Manipulation Language)

c. DCL (Data Control Language)

1.1 Data Definition Language (DDL)

Struktur basis data yang menggambarkan skema basis data secara keseluruhan dan didesain dengan bahasa khusus yang disebut Data Definiton Language (DDL). Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary.

Kamus Data menupakan suatu metadata (super-data) yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya. Kamus Data ini akan selalu diakses dalam suatu operasi basis data sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.

1.2 Data Manipulation Language (DML)

DML adalah bahasa yang memperolehkan pemakai untuk akses atau manipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat. Manipulasi Continue reading

Laporan Praktikum Desain Basis Data – BAB II (Pembuatan dan Manajemen Table)

  1. Dasar Teori

Table / tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data-data informasi yang biasanya berupa kata-kata maupun bilangan yang tersusun dengan garis pembatas. Tabel menghimpun sejumlah field dan record, misalnya tabel Mahasiswa yang terdiri dari field Jurusan yang memiliki record Teknik Komputer, Teknik Informatika dan Sistem Inormasi. Tabel adalah tempat untuk menyimpan data. Data yang ada di dalam tabel dapat kita manipulasi, kita lakukan operasi-operasi dasar database, kita urutkan datanya (men-sort), memperbaiki data yang telah terkumpul dan lain-lain. Jadi, fungsi dari tabel sebenarnya adalah sebagai tempat untuk menampung/menyimpan data yang kemudian dapat kita olah/proses.

Sebuah  tabel  terdiri  dari  baris  (row)  dan  kolom  (column),  dimana jumlah  dan nama  kolom  harus  didefinisikan  terlabih  dahulu  di  awal. Sedangka n baris  merupakan sebuah  variabel  yang  dapat  dihapus  dan diisi  kapanpun,  sehingga  jumlahnya  selalu berubah  sesuai  dengan  jumlah data  didalamnya.  Setiap  kolom  dalam  tabel  mempunyai tipe  data,  tipe data  digunakan  untuk  membatasi  jenis  data  yang  bisa  dimasukkan, sehingga  akan  mempermudah  dalam  menggunakannya  dan  melakukan  pengelolaan selanjutnya.  Sangat  disarankan  pada  saat  akan  membuat  tabel,  sebaiknya  membuat sebuah  aturan  khusus  dalam  penentuan tabel-tabel  yang  akan  dibuat  dan  memberikan nama kolom maupun tipe datanya.

Dalam tabel, kita mengenal istilah atribut yang lebih umum digunakan dalam perancangan basis data, karena istilah itu lebuh  impresif menunjukkan fungsinya sebagai pembentuk karakteristik yang melekat pada sebuah tabel. Disamping penamaan yang unik berdasarkan fungsinya di setiap tabel, atribut – atribut itu dapat dibedakan berdasarkan sejumlah pengelompokan.

Atribut Key : key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik. Artinya, jika suatu atribut dijadikan sebagai key, maka tidak boleh ada dua atau lebih baris data dengan nilai yang sama untuk atribut tersebut.

Jenis-Jenis Key

  • Primary Key (Kunci Primer) :  Kunci primer adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian. Nilai field yang menjadi primary key harus:  Unik atau tidak boleh ganda, Tidak boleh Null (kosong, tidak diketahui, tidak dapat ditentukan), Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan database tanpa data apapun yang asing. Setiap tabel dapat memiliki satu atau lebih candidate key. Key boleh terdiri lebih dari satu field Key yang terdiri lebih dari satu kolom seperti ini disebut Composite Key.
  • Foreign Key (Kunci Tamu) :  Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key.
  • Candidat key (Kunci kandidat/kunci calon) :  adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang hanya mengidentifikasikan secara unik untuk suatu kejadian spesifik dari entitas. Candidate key ini harus memenuhi syarat sbb:
    • Unique Identifier, untuk setiap row/tuple candidate key harus secara unik dapat menjadi identifier. Artinya, setiap non candidate key atribut secara fungsional bergantung pada candidate tersebut.
    • Non Redudancy, tidak ada duplikasi candidate key untuk menjadi unique identifier, dimana tidak dapat dilakukan penghapusan pada candidate key dimana tidak merusak sifat unique identifier
  • Composite Key :  Dalam desain database, composite key adalah kunci yang terdiri dari 2 atau lebih atribut yang secara unik mengidentifikasi suatu kejadian entitas. Setiap atribut yang membentuk kunci senyawa adalah kunci sederhana dalam haknya sendiri. composite setidaknya satu atribut yang membentuk kunci komposit bukanlah kunci sederhana.
  • Alternative Key adalah candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key.
  • Sekunder key adalah sebuah atribut atau kombinasi yang digunakan hanya untuk tujuan pengambilan data.

Salah satu istilah lain yang perlu anda ketahui adalah Query. Query adalah interaksi user terhadap database baik menyimpan, menginput, mengedit maupun menghapus.

Data Definition Language (DDL), merupakan perintah yang berkaitan dengan struktur storage/data base     (berkaitan dengan struktur tabel ), contoh nya membuat database, menghapus database, membuat field, dan menghapus field, sedangkan Data Manipulation Language (DML) merupakan perintah – perintah yang berhubungan dengan record.

  • Perintah Dasar PostgreSQL

Struktur query yang digunakan membuat tabel dengan dua kolom:

create table namatabel (namakolom tipedata keterangan, namakolom tipedata

keterangan);
*Cttn :  Untuk melihat struktur tabel yang telah dibuat ketikkan perintah  \d  dan melihat
semua tabel menggunakan \z.
Contoh : Membuat tabel baru dengan nama infoprib sebagai berikut : Continue reading

Praktikum Desain Basis Data – Bab 1 (Pengenalan dan Instalasi)

1. Dasar Teori


1.1 Definisi Database

Basis Data (Database) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip. Jika kita memiliki sebuah lemari arsip dan bertugas untuk mengelolanya, maka kemungkinan besar kita akan melakukan hal – hal seperti : memberi map pada kumpulan arsip yang akan disimpan, menentukan kelompok arsip, memberi penomoran dengan pola tertentu yang nilainya unik pada setiap map, lalu menempatkan arsip – arsip tersebut dengan urutan tertentu di dalam lemari. Kalaupun hal – hal tersebut tidak seluruhnya dilakukan, paling tidak, semua lemari arsip menerapkan suatu aturan tertentu tentang bagaimana keseluruhan arsip – arsip tadi disusun. Yang paling sederhana, tentu, menyusun arsip arsip tadi sesuai kedatangan (kronologisnya) dan tanpa pengelompokan. Hampir tidak akan pernah kita jumpai adanya lemari arsip yang tidak memiliki aturan dalam penyusunan arsip – arsip didalamnya.

Basis Data dan lemari arsip sesungguhnya memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama. Prinsip utamanya adalah pengaturan data/arsip. Dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip. Perbedaannya hanya terletak pada media penyimpanan yang digunakan. Jika lemari arsip menggunakan lemari dari besi atau kayu sebagai media penyimpanan, maka basis data menggunakan media penyimpanan elektronis seperti cakram magnetis (magnetic disk atau Continue reading